curahan
ketika keluar dari tempat itu dan melihat teman2ku bersapa ria dengan mereka yang tak seharusnya, keinginanku untuk melakukan hal yang sama muncul, dan semakin lama semakin menggebu dalam kalbu.. rasanya kekuatan imanku hari itu sirna, hilang entah kemana. aku iri melihat mereka, tertawa bersama seolah tiada beban..
aku juga ingin merasakannya, memiliki seseorang yang memberiku semangat walau sekedar seulas senyum, menyuruhku makan ketika aku enggan melakukannya, mengingatkanku untuk belajar setiap waktu, memperhatikanku ketika aku sakit..aku ingin itu semua..
namun ketika aku mengingat posisiku sebagai muslimah, aku pantasnya mematut diri sebagai wanita yang berharga mahal, ibarat mawar, aku adalah setangkai mawar yang hidup diantara banyak mawar yang mulai berguguran..seseorang yang ingin mendapatkannya pasti bukanlah orang yang sembarangan..
kenyataannya, aku telah mendapatkan apa yang aku inginkan sekarang..
bahkan orang itu tak hanya memberiku semangat lewat seulas senyum, tapi ikut berjuang bersamaku setiap hari, bahkan berjuang untukku. tak hanya menyuruhku makan, namun juga memberiku makan serta mengajakku makan bersama, tak hanya mengingatkanku untuk belajar, namun juga mengajariku bagaimana pelajaran itu, tak hanya memperhatikanku saat aku sakit, namun juga merawatku sepenuh hati dan mendo'akanku.. dan itu adalah orang tuaku..
jadi kufikir, untuk apa aku mencari hal yang belum seharusnya aku cari? bahkan saat ini hal itu masih bisa aku dapatkan dari orang2 terdekatku?
Komentar
Posting Komentar