Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Akademik VS Organisasi

Ehem.. ya, kalau menurutku akademik itu penting gaes . But , organisasi itu juga penting.   Seninya SMA itu ya..seberapa jauh kita bisa terlibat dalam sebuah organisasi. Buat apa sekolah bayar mahal, cuma buat duduk, dengerin penjelasan guru, baca buku, tidur, buat apa?? Toh semua itu nantinya buat praktik di kehidupan nyata kan!? Well , organisasi itu perlu, untuk mengetahui seberapa jauh kita aktif dalam kerja sama, bersosialisasi dengan teman lain, serta seberapa hebat kita bisa nyelesein masalah. Kalau dipikir-pikir, sebenernya akademik itu teorinya, dan oraganisasi itu praktek lapangannya, ya gak sih ? So , keduanya itu harus dijalani secara berdampingan dan seimbang! Susahnya di SMA itu, organisasi bukanlah sesuatu yang wajib. Ga ada jadwal khusus yang disediain untuk berorganisasi. Ketika pelajar memutuskan bergabung kedalam sebuah organisasi, berarti disaat itulah ia memegang amanah untuk bertanggung jawab kepada apa yang sudah ia putuskan. Kalau sampai jadwal akadem...

simfoni indah

Dalam kesendirian, alam akan menjadi sahabatmu yang setia. Ia menghibur matamu dengan rerimbunan daun-daun, awan putih yang berarak-arak, pelangi yang melengkung indah di langit, semak-semak perdu yang tak sombong dengan duri-durinya, serta bunga-bunga putri malu yang wajahnya selalu bersemu merah.  Dalam kesendirian, sesungguhnya alam menari indah, ombak-ombak, gurun yang terjal, lembah yang curam dan dalam, air yang mengalir, burung-burung yang berkicau riang.  Adakah simfoni yang lebih baik dari irama yang didendangkan alam? Aku mencintai kesendirian agar aku berada dalam pelukan teman yang setia.  Aku tak menyusun kata-kata, karna kata-kata itulah yang menyusunku. Aku tak pernah mencari kalimat-kalimat didalamnya, sebab kalimat-kalimat itulah yang menyusun jiwaku. Aku bukanlah seorang penulis, tetapi buku tulisku telah sesak dengan kata dan kalimat yang aku buat sendiri.

*MALU BAGI MUSLIMAH*

         Wanita muslimah harusnya dihiasi dengan rasa malu. Mereka akan mendampingi laki-laki dalam menjalani kehidupan dan mendidik anak-anaknya dengan fitrah kewanitaan yang masih bersih.          Seorang gadis yang anggun dan shalihah, secara fitrah akan merasa malu ketika bertemu dan berbicara dengan laki-laki. Karena kesucian dan ke-itiqomahannya (kebersihan jiwa) ia tidak sanggup berlama-lama sehingga ia berbicara jelas dan sebatas keperluan.          Adapun wanita yang senantiasa bersolek, pergi tanpa mahrom, bhakan bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahromnya tanpa ada keperluan yang diperbolehkan secara syar'i, maka wanita seperti ini jelas bukan didikan Al-qur'an ataupun Islam. Mereka yang seperti ini telah mengganti rasa malu dan ketaatan pada Allah SWT. dengan rasa tidak tau malu, kemaksiatan, dan berbagai perbuatan keji. Dengan demikian, mereka ...