Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015
ALLAH mengajari kita rasa sakit, agar kita mampu menjadi dewasa.. agar manusia dapat tumbuh.. agar dari sesuatu yang jatuh "berkeping-keping",  manusia dapat merakit kembali "keutuhannya"..

jawabanku

 kalo ditanya "mb ririn sudah ada calon belum" pasti saya jawab "sudah".. "siapa mbak?" saya jawab "yang pasti dia adalah yang terbaik untuk saya dan masa depan saya" dan jika saya ditanya "kok bisa kenal gimana ?" saya jawab "sudah takdir Allah" dan kalo masih ditanya lagi "dimana dia sekarang?" akan saya jawab "sedang dipersiapkan Allah untuk menjadi imam saya", .. dan yang terakhir "kenapa mbak ririn bisa seyakin itu?" .. jawaban saya "karena semua itu telah di tuliskan Allah dalam kitab lauh mahfudz" :-)

namamu

tidakkah kau dengar itu ? angin masih memanggil namamu.. kau menghilang, bahkan sebelum kau muncul.. aku tak bisa mendengar desahan angin itu ,, entah desahan gelisah atau gundah.. yang jelas angin masih menyiulkan namamu.. namun suara itu terlalu kecil hingga aku sendiri tak pernah tau siapa namamu..

mastatho'tum

"apa to mastatho'tum itu ?" ini dia nih pertanyaan yang dilontarin guru sejarahku waktu itu.. em.. temen2ku berlomba lomba buat jwab, tapi jawabannya tu ga ada yg klik sama pertanyaannya.  ada yg jawab "sampai berhasil", ada yang jawab "sampai usaha yang maksimal" bahkan ada yang jawab "sampai mati pak" , duh..logis sih, tapi kurang tepat kata guruku. sampai akhirnya murid tercerdas dikelasku angkat bicara "sampai Allah menghentikan pak" katanya. sontak kelasku tercengang mendengar jawaban itu, dan kemudian kelasku ramai oleh suara tepuk tangan. lalu guru ku  tersenyum mendengar jawaban itu, beliau lalu menerangkan dengan sebuah cerita "ada seorang santri yang bertanya pada ustadznya apa arti mastatho'tum itu,. ustadz itu tak menjawab, malah beliau mengajak santri tersebut berlari mengelilingi lapangan. santri itu sudah tak sanggup lg berlari ketika beberapa kali putaran, namun ustadz itu terus berlari, hingga beliau jat...
bahkan hingga detik ini ,, saat aku melihatmu, aku baru sadar, ga cuma mataku yang senang ketika melihat eloknya parasmu, tapi hatiku juga ikut merasa nyaman, karena aku melihatmu ga cuma pake mata.. tapi juga pake hati.. dan di saat-saat inilah aku benar-benar mengerti apa itu rindu..

ungkapan perasaan

aku hanya ingin orang yang mengenalku merasa nyaman ketika berada DISAMPINGKU, tak merasa ragu ataupun takut BERSAMAKU.untuk itu aku berusaha memberikan sesuatu yang berbeda dari yang lain, agar mereka slalu mengingatku saat lupa dengan hal-hal bodoh yang ku lakukan, JANGAN anggap hal-hal bodoh yang kulakukan adalah hal yg tdk penting , sebab itulah yang bisa kulakukan untuk menanamkan diriku dihati mereka.