Assalamu'alaikum :))


Kumulai tulisan ini dengan bismillah..
Setelah bertahun-tahun, aku memberanikan diri menyampaikan perasaanku kembali dalam tulisan. Bukan karena lemah, bukan karena aku ingin bersembunyi dibalik tulisan seperti dulu, bukaan, bukan seperti itu. Karena selama perjalananku, aku merasa hanya melalui tulisan aku dapat berbicara, mengungkapkan semua yang ingin kuungkapkan namun tak bisa lewat lisan, menumpahkan emosi yang semakin lama tidak sanggup kusimpan dalam hati. Yaa.. semua sudah ku ceritakan pada Rabbku tentunya. Aku masih cukup waras dengan itu.

Kuberi judul tulisan kali ini,

 “assalamu’alaikum calon imam”…
Aku ingin menjadi wanita terhormat, menjaga izzah dan iffahku hingga nanti bertemu dengan dirimu.
Aku ingin menjadi anak yang berbakti pada orang tuaku, sebelum akhirnya kuserahkan hidupku untukmu dan kau ajak menuju surga-Nya..
Lalu aku ingin menjadi makmum yang sholihah dan taat padamu untuk beribadah..
Setelah itu, aku ingin menyempurnakan fitrahku sebagai wanita dengan menjadi ibu, sosok madrasah yang cerdas untuk anak-anak kita…
Terlalu dramatiskah keinginanku duhai calon imamku? Kurasa tidak..
Maafkan aku… maafkan aku yang terkadang lupa menjaga perasaanmu..
Maafkan aku yang terkadang masih belum bisa menundukkan pandanganku..
Maafkan aku yang masih sering bercengkrama dengan laki-laki lain..
Maafkan aku yang terkadang nafsu dan ego masih berada diatas tahta untuk memamerkan segala yang kupunya untuk orang lain..
Percayalah, aku bukan wanita murahan yang dengan begitu mudah mengumbar perasaan untuk orang lain.. itu semua semata sarana ku bermuamalah sebagai manuasia.. yakinlah padaku..
Saat ini aku tengah mempersiapkan diriku agar kau tak kecewa ketika menjemputku nanti..
Tapi maafkan aku, bukan harta, tahta, kecantikan, yang kusiapkan.. melainkan ilmu dan pengalaman..
Maafkan aku pula dalam prosesku mempersiapkan diri, aku masih sering terombang-ambing dalam perasaan.. yakinlah, fitrahku hanya mempunyai satu perasaan yaitu untukmu nantinya…
Calon imamku..
Aku telah memikirkan segala hal untuk persiapan dijemput olehmu.. dan kamu tau? Aku tak mau rugi..
Kuharap ketika kau menjemputku nanti, kau juga dalam keadaan sama denganku, telah memantaskan diri..
Bukan harta, tahta, ketampanan yang aku butuhkan.. melainkan agama dan akhlaqmu..
Kuharap kau saat ini juga berusaha menundukkan pandanganmu, menjaga rasa hanya untukku..
Walaupun aku tau, nantinya akan banyak godaan dan mungkin kau sedikit terpeleset, namun harapku, jangan sampai kau terjatuh, segara bangkitlah, tegakkan pundakmu untuk tempatku bersandar nantinya..
Sampai waktunya tiba, kau berakad dihadapan ayahku, dan semua orang berbahagia..
Bukan aku yang mengejarmu, bukan kamu yang mencariku..
Tapi Allah yang menyatukan kita, dan semoga nantinya kita saling merasa beruntung dan bersyuku bisa saling memiliki..

Salam,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sukoharjo, 25 Mei 2019

simfoni indah

tugas cerpen bahasa Indonesia